Bupati Fakfak, Untung Tamsil resmi melepas 86 orang calon mahasiswa yang masuk perguruan tinggi negeri program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) tahun 2021, di gedung Windert Tuare Kabupaten Fakfak, Kamis (16/9/2021).

“Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bismillah hirohmannirohim saya Bupati Fakfak resmi melepas mahasiswa-mahasiswi masuk perguruan tinggi program afirmasi pendidikan tinggi tahun 2021,”ujar Bupati Untung Tamsil.

Bupati menyampaikan pesan-pesan moral kepada calon mahasiswa jaga nama baik daerah dan nama baik Orang tua terutama dalam mengejar prestasi yang lebih baik.

“Program afirmasi ini terintegrasi, sehingga kewenangan pemerintah daerah secara berjenjang, mulai dari provinsi hingga kabupaten, perlu memberikan dukungan,”kata Bupati Untung Tamsil.

Dukungan maupaun perhatian kepada afiramsi ini, kata Bupati, juga tetuang dalam visi Fakfak Tersenyum, yaitu terwujudnya Fakfak yang Terdepan, Sejahtera, Nyaman, Unggul dan Mandiri, kemudian dijabarkan 6 Misi salah satu adalah pendidiian dan kesehatan.

“Pendidikan dan kesehatan masuk dalam misi yang pertama dari enam misi, ini yang tentu menjadi perhatian dan prioritas saya (bupati) bersama mama Yohana Hindom (waki bupati),”ujat Bupati.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak, Hermanto Hobrouw mengatakan, membangun sumber daya manusia di Papua khususnya di daerah ini merupakan investasi yang tentunya sangat mahal.

“Untuk itu diperlukan konstruksi pendidikan yang berkualitas yang bisa diakses oleh seluruh saudara-saudara kita yang bermukim di kawasan kampung dan distrik di Kabupaten Fakfak,”kata Hermanto.

Karena itu, kata Hermato hadirnya program afirmasi pendidikan tinggi merupakan intervensi kebijakan pendidikan yang adalah salah satu bersifat afirmasi dalam bentuk bantuan pendidikan untuk memberikan kesempatan belajar kepada putra putri Orang Asli Papua (OAP) untuk melanjutkan studi diperguruan tinggi.

“Pada tahun 2021 ini animo atau untuk peminat dari kalangan masyarakat dan pelajar yang megikuti program ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) maupun ADIK cukup tinggi,”kata Hermanto.

Salah satu faktor penyebabnya sebut Hermanto adalah berdasarkan kondisi objektif bahwa mulai dari pendaftaran peserta tahapan seleksi, hingga penetapan penerimaan peserta ADIK termasuk proses seleksi akademik dan indikator penunjang lainnya, diprioritaskan bagi putera puteri OAP keluarganya kurang mampu sehingga dapat menikmati bangku pendidikan selayaknya puteraputeri OAP lainnya.

“Tentunya kami selaku organisasi perangkat daerah berkompeten untuk program ini menagani sepenuhnya untuk terus berkiprah dan berupaya karena ada dua hal yang telah menjadi program prioritas sebagai isu strategis yaitu memerataan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia,”ujarnya.

Dua hal tersebut, sebut Hermanto, telah dituangkan dalam Rencana Induk Pengembangan Pendidikan (RENIP) dalam kurung waktu 20 tahun, dimulai tahun 2022-2042 yang akan ditetapkan melalui perda.

“Menyadari dimana dalam RENIP pendidikan yang akan di gulirkan teringklusif adanya afirmatif program yang berpihak kepada putra putri OAP sebagai hak dasar memperoleh pendidikan sebagai implementasi dari amanat undang-undang otomi khusus yang mutlak harus terlaksana tetapi tidak berisfatdiskriminatif,”tandasnya.

Mengakhiri sambutannya, Hermanto menyampaikan pesan sebagai motifasi kepada peserta ADIK, yakni manfaatlah kesempatan ini dengan sebaik baiknya gantungkanlah cita-citamu setinggi langit untuk mengenggam bangku kuliah di perguruan tinggi.

“Railah pestasimu, sonsong masa depan yang gemilang bersama afirmasi pendidikan tinggi serta wujudkan SDM yang unggul kompetetif dan juga berkarakter,”pintanya.

Sementara itu, Koordinator program ADIK Kabupaten Fakfak, Mansur Ali melaporkan, 86 orang calon mahasiswa berasal dari putera puteri asli Papua Kabupaten Fakfak.

“Lulusan program ADIK tahun ini paling banyak dari Kabupaten Fakfak, yaitu sebanyak 86 orang. Mereka akan masuk ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Maluku, Maluku Utara sampai di Aceh,”ujar Mansur Ali.

Mansur menjelaskan, 86 calon mahasiswa-mahasiswi ini merupakan hasil seleksi murni dari masing-masing kampus, yang menjadi pilihan mereka (calon mahasiswa) dan hasil seleksi itu diumumkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Mereka dibiayai oleh Kementrian Pendidikan selama masa perkuliahaan. Untuk itu, besar harapan kami kepada pemerintah daerah untuk membantu mereka biaya kebutuhan hidup selama kuliah,”pintanya.

Acara tersebut, selain dihadiri Bupati, juga hadir Wakil Bupati Fakfak, Ketua, Sekretaris dan Anggota Komisi I DPRD Fakfak, Kepala Dinas Pendidikan, Dewan Penasehat Bupati, Tenaga Ahli Bupati Bidang Pemuda dan Olahraga, para Kepala Bidang pada Dinas Pendidikan, para orang tua siswa serta undangan lainnya. [PR-01](Primarakyat)