Bupati Fakfak Untung Tamsil mengatakan, sistim Pembangunan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM-IKK) dan Pemecah Gelombang di Kampung Malakuli Distrik Karas Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat mulai dibangun dalam bulan ini Juli 2021.

Hal itu diungkapkan Bupati Fakfak Untung Tamsil usai menerima laporan dari Kepala Distrik Karas Soleman Temongmere didampingi Bayu PT. Rajaya pelaksana proyek SPAM-IKK dan Ichsan PT. Batu Lobo Sentosa pelaksana proyek pemecah ombak diruang kerja Bupati di kediaman pribadinya

Terkait dengan program air bersih menjadi prioritas utama dalam visi misi “Fakfak Tersenyum 2021-2025” dengan meluncurkan kebijakan prioritas daerah melalui pembangunan jaringan air bersih,”ujar Bupati Untung Tamsil.

Pembangunan jaringan air ini, kata Bupati juga merupakan komitmennya sebagai Bupati Fakfak bersama Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom dalam strategi 100 hari kerja kedepan.

“Kita tahu bersama bahwa bulan lalu, saya sebagai Bupati telah meletakan batu pertama pembangunan Pamsimas di Kokas dan SPAM-IKK di SP 6 Distrik Bomberay, nah bulan ini juga kita akan bangun di Kampung Malakuli Distrik Karas dan akan juga kita bangun di Weri Distrik Fakfak Timur,”pungkas Bupati Untung Tamsil.

Bupati menjelaskan, kegunaan SPAM-IKK ini adalah memenuhi kebutuhan air minum. Air yang nantinya didistribusikan kepada masyarakat telah melalui beberapa proses hingga layak untuk dikonsumsi.

“Layaknya PDAM, sistem ini juga dibuat untuk menyuplai air kepada masyarakat tepat waktu. Sistem perpipaan yang digunakan tidak membuat masyarakat khawatir tidak mendapatkan bagian air. Justru sebaliknya, persediaan air sangat melimpah dan aman untuk digunakan,”jelas Bupati Untung Tamsil.

Sementara itu Kepala Distrik Karas, Soleman Temongmere mengatakan, pembangunan SPAM-IKK di bangun di kilometer 7 Kampung Malakuli dan Pemeca Gelombang di bangun sepanjang kurang lebih 2 kilometer di pantai kampung Malakuli anggarannya bersumber dari APBN tahun 2021.

“Terkait dengan tenaga kerja berasal dari kampung malakuli dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti pelaksana proyek SPAM-IKK dan pelaksana proyek pemecah ombak kita pastikan negatif Covid-19 dengan menunjukan surat swan antigen,”ujarnya.

Seleman menambahkan, langkah pembangunan pemecah gelombang ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah abrasi di Kampung Malakuli yang telah mengikis daratan pantai Malakuli.

Diketahui bahwa, kegiatan tersebut diprakarsai oleh Tim Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Papua Barat bersama Bappeda dan PUPR Fakfak. [PR-01](primarakyat)