Menggunakan 3 unit Speed Boat Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Gubenur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan beserta rombongan tiba di pelabuhan Distrik Kokas, Kabupaten Faofak, Senin (13/9/2021) siang.

Gubernur Dominggus Mandacan menghadiri gelar Tikar Adat membahas Pemekaran Distrik Kokas menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten.

Gubernur disambut tarian adat setempat dan juga disambut Bupati Fakfak, Wakil Bupati, Sekda, Ketua Pengadilan Negeri, Danrem 182/JO, Kapolres, Kajari dan Dandim 1803/Fakfak.

Juga Kepala Distrik Kokas, Kayauni, Arguni, Tomage, Kepala Distrik Bomberai, para Raja atau Petuanan dan sejumlah Pimpinan OPD, berjalan kaki menuju rumah negara Distrik Kokas.

Tiba di rumah negara Distrik Kokas, Gubenur beserta rombongan istirahat sejenak. Selanjutnya menuju lapangan Bola Distrik Kokas dimana sudah disediakan Rumah Adat dan Panggung Terbuka untuk digelar tikar adat.

Dalam Gelar Tikar Adat itu, Gubernur menerima berkas administratif yang menjadi syarat Distrik Kokas menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten dari Raja Petuanan Wertuar, H. Musa Heremba.

Pada kesempatan itu, Gubernur Dominggus Mandacan membuka selubung papan nama Kantor Daerah Persiapan Kabupaten Kokas.

Dalam sambutannya, Gubernur meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat agar terlaksana Distrik Kokas menjadi DOB Kabupaten.

“Tidak usah ragu, yakin percaya, imani bahwa sepanjang didikung dengan doa, pasti Tuhan jawab itu, karena saya sudah punya pengalaman pemekaran-pemekaran semenjak saya menjadi Bupati Manokwari,”kata Gubenur.

Gubenur mengungkapkan pengalaman semenjak menjadi Bupati Manokwari memekarkan Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama dan setelah itu Kabupaten Tamrauw, Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Manokwari Selatan.

“Saya juga salah satu dari teman-teman dalam pemekaran Provinsi Irian Jaya Barat, yang saat ini Papua Barat hadir, jadi saya sudah pengalaman dalam pemekaran, yang jelas mari kita semua dukung dengan doa, sehingga Tuhan menjawab doa kita,”pintanya.

Bupati Fakfak Untung Tamsil dalam sambutan, pada intinya mendukung Distrik Kokas dimekarkan menjadi DOB Kabupaten.

Dia meminta panitia pemekaran terus berkoodinasi dengan Pemerintah Dearah secara baik sehingga pemekaran dapat terwujud.

“Dengan adanya kerja sama antar pemda, lintas petuanan, lintas organisasi kelembaga serta semua unsur sehingga mempercepat pemekaran Kabupaten Kokas dari Kabupaten Fakfak,”pintanya.

“Atas nama masyarakat kabupaten Fakfak mendukung penuh bapak gubernur karena beliau merupakan tokoh pemekaran kabupaten Kokas yang mana sudah menjadi keinginan kita sudah lama,”tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom mengatakan Distrik Kokas merupakan tertua di kabupautan Fakfak, yang sudah melahirkan beberapa distrik, yakni Tomage, Bomberai, Teluk Patipi dan Distrik Kayauni.

“Tahap perencanaan sudah terlaksana sehingga tinggal tahap pelaksanaan, kerinduan kami masyarakat kabupaten Fakfak yaitu pemerkaran kabupaten Kokas,”ujarnya.

Secara pribadi, sambut Wakil Bupati, meminta Distrik Kokas menjadi Kabupaten dan juga meminta Kabupaten Fakfak menjadi Provinsi, “Kami meminta yang kecil dan meminta yang besar juga, karena Kami menjadi bagian dari bangsa Indonesia secara utuh,”tandasnya.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur menyerahkan masker dan handsanitazer sebanyak 2000 unit kepada Bupati Fakfak.

Setelah itu, Gubernur dan rombongan kembali ke Kabupaten Teluk Bintuni, menggunakan Speetboad ke Kabupaten Teluk Bintuni, selanjutnya ke Manokwari, Ibukota Provinsi Papua Barat. [PR-01](Primarakyat)