76 tahun silam bangsa Indonesia telah merdeka berkat perjuangan gigih para pahlawan dan segenap rakyat Indonesia, kemerdekaan itu mampu diraih, meski dengan darah dan cucuran air mata. Namun kemerdekaan di masa sekarang ini, terlebih di masa pandemi Covid-19, tentu memiliki makna yang berbeda.

Saat ini kita bukan melawan musuh yang berwujud, melainkan berjuang melawan Covid-19, yang tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga menyerang segala aspek pembangunan, diantaranya aspek ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Berbagai tanggapan pun muncul dari kalangan masyarakat.

Seperti Hawari, salah seorang pejuang Rupiah. Menurutnya Indonesia belum sepenuhnya merdeka, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini. Ia mengaku kerap kesulitan, karena usaha yang digelutinya kurang berjalan maksimal, dikarenakan aturan yang diberlakukan pemerintah.

“Menurut saya, kalo mo dibilang merdeka secara negara sih iya, tetapi untuk merdeka secara ekonomi belum benar-benar-benar merdeka, apalagi di masa pandemi seperti ini, semua serba sulit,” sanggah Ari.

Senada dengan Hawari, Eko yang juga salah seorang pejuang rupiah, berpendapat, bahwasannya bangsa Indonesia telah menang dari penjajahan, akan tetapi belum merdeka dari kesengsaraan. Menurutnya, dari segi pendidikan, masih banyak anak-anak yang putus sekolah bahkan belum mengenyam pendidikan, sementara dari segi pangan, masih banyak warga miskin yang kelaparan.

“Buat beta tu Indonesia baru menang dari penjajahan, tapi belum merdeka dari kesengsaraan, contohnya dari segi pendidikan masih banyak anak-anak yang putus sekolah bahkan ada yang tidak sekolah, dari segi pangan masih banyak warga yang kelaparan, dari segi keadilan juga masih banyak yang bersikap tidak adil, dan yang terakhir dari segi kekuasaan, masih banyak yang mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kesejahteraan rakyat,” paparnya.

Ini tentu menjadi PR besar bagi pemerintah untuk problem solving. Problematika yang terjadi di masyarakat, hendaknya dapat menjadi saran ataupun masukkan untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Karena sejatinya, rakyat kecil juga ingin Merdeka, Merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kebodohan dan merdeka dari segala aspek kehidupan. (Nico/Ram)(RRi.co.id)