Listrik merupakan kebutuhan utama, banyak kebutuhan tergantung pada listrik. Namun, terkadang pelayanan PLN tidak sesuai dengan yang diharapan masyarakat. PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Fakfak misalnya, satu minggu belakangan ini telah terjadi pemadaman listrik akibat kerusakan mesin.

Akibat itu, perwakilan masyarakat Distrik Kokas kurang lebih 10 orang datangi Kantor PLN ULP Fakfak bertemu dengan Manajer PLN setempat sekitar pukul 14.32 WIT Senin (14/6/2021).

Mereka diterima Manajer PLN ULP Fakfak Rian Adimas Putera dan pertemuan di ruang rapat Kantor PLN tersebut. Dihadapan Manajer PLN ULP Fakfak, berbagai keluhan dan tuntutan perwakilan Masyarakat yang dipimpin H. Mohammad Saleh Rumagesan Tokoh Adat Petuanan Pikpik Sekar dan Udin Heremba Kepala Kampung Sisir Distrik Kokas.

Mohammad Saleh Rumagesan meminta PLN tranparan penyebab terjadinya kerusakan mesin dan menyampaikan kepada pelanggan kapan listrik kembali menyala di wilayah Distrik Kokas.

“Ada surat dari PLN ditujukan kepada Kepala Distrik, Koramil, Polsek dan kami Tokoh Adat juga dapat, tetapi tidak ada kejelasan bahwa tanggal berapa, bulan berapa lampu harus menyala kembali, terus apakah kami pemerintah distrik, tokoh adat harus sosialisasikan kepada pelanggan, tanggungjawab PLN dimana,”tegasnya.

“PLN harus turun dan memberikan informasi jelas kepada pelanggan di enam kampung dan satu kelurahan, kami secara tokoh adat bisa saja sampaikan itu kepada tetangga rumah, tetapi secara keseluruhan kami tidak mampuh dan itu bukan kewenangan kami, dan jujur saja surat yang PLN ditujukan kepada kami itu, tidak jelas dan tidak benar, PLN harus turun sosialisasi,”tambahnya.

Lain lagi dengan Rafiq Almohdar Tokoh Masyarakat Distrik Kokas, dia menyoroti ke substansi kerusakan mesin, yang konon dia menilai PLN lamban melakukan perbaikan mesin tersebut.

“Kalau memang pihak PLN berkoordinasi dengan teknisi atau tenaga ahli perusahaan atau pabrik mesin tersebut, maka pertanyaan saya sudah sejauh mana tingkat koordinasinya, sebab sampai saat ini terkesan PLN lamban, pura-pura malas tahu dengan keadaan kerusakan mesin ini,”ujarnya.

Manajer PLN ULP Fakfak Rian Adimas Putera mengawali tanggapannya menyampaikan permohonan maaf perihal pemadaman akibat gangguan mesin di Distrik Kokas dan juga terkait surat yang kurang mendetail, sehingga membingungkan masyarakat kapan lampu listrik menyala kembali.

“Jadi begini, pelanggan itu adalah nomor satu dan sudah seharusnya menjadi perhatikan khusus dari PLN dan saya selaku manajer PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidak detail surat tersebut dan kedepan apabila terjadi gangguan kami akan menyurat lebih jelas, bilamana diperlukan kami akan mensosialisasikan kepada pelanggan,”ujarnya.

Terkait pemadaman listrtik akibat gangguan mesin, jelas Manajer PLN Rian Adimas Putera, pihaknya (PLN,red) mengutus petugas pembangkit PLN Fakfak ke Distrik Kokas melihat secara dekat mesin tersebut.

“Jadi teman-teman yang saya utus darri pembangkitan (PLTD Kebun Kapas,red) yaitu pak Edi Woisiri bersama rekan-rekannya untuk mengecek kondisi mesin disana (Kokas,red), nah ternyata mesin tersebut tidak bisa langsung diperbaiki, karena menyangkut elektrical kalau bahasa mesinya, jadi harus kita datangkan teknisi mesin,”bebernya.

Kedatangan teknisi mesin itu, lanjut Rian sapaan akrabnya yang baru satu minggu menjabat Manajer PLN ULP Fakfak ini bahwa, PLN sudah menyurat secara resmi ke PLN UP3 Sorong sebagai ruang lingkup kerja membawahi PLN ULP Fakfak.

“Kita sudah menyurat ke PLN UP3 Sorong dan melakukan pertemuan via online minggu lalu, jadi kita sudah meminta untuk segera datangkan teknisi mesin dari luar Papua,”kata Rian.

Informasi minggu lalu, kata Rian, seharusnya teknisi sudah tiba, tetapi karena ada kejadian yang tidak diinginkan terkait pandemi Covid-19, sehingga tidak bisa datang alias batal berangkat.

“Insya Allah minggu ini sudah datang, barusan tadi sebelum pertemuan dengan bapa-bapa, saya pastikan lagi dan minggu ini muda-mudahan sudah datang,”ujarnya.

“Seharusnya senin ini sudah tiba, namun pembatasan penerbangan agak sulit masuk Fakfak, kami sudah pesan tiket tapi kosong, kalau bapak-bapak tidak percaya tanyakan ke wings atau lion air, jadi kalau tidak ada halangan hari selasa tiba di Sorong dan tidak ada kendala beliau-beliau itu (teknisi) naik kapal kalabia ke Fakfak,”tambahnya.

Pantauan media ini, perwakilan masyarakat tidak saja menyoroti dari sisi gangguan mesin saja, tetapi mereka juga menyoroti petugas pembangkit lsitrik di Kokas, yang dinilai lalai dalam merawat mesin tersebut.

Kelalaian petugas itu, menurut Perwakilan masyarakat Kokas bahwa, tidak merawat mesin sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga mengakibatkan mesin mengalami kerusakan.

Anehnya, menurut perwakilan masyarakat Kokas, mesin diduga mengalami kerusakan akibat BBM jenis solar yang digunakan mesin tersebut tercampur dengan air dan minyak tanah.

Akibat itu, perwakilan masyarakat Kokas meminta kepada Manajer PLN ULP Fakfak untuk segera menggantikan petugas pembangkit Listrik di Distrik Kokas. Terhadap hal itu, Manajer PLN ULP Fakfak mengaku akan melakukan evaluasi untuk nantinya dilakukan pergantian.

Setelah mendenger penjelasan dari Manajer PLN ULP Fakfak, perwakilan masyarakat kembali ke Distrik Kokas. Hadir dalam pertemuan tersebut, selain Manajer PLN ULP Fakfak, juga hadir Kapolsek Kokas dan mewakili Danramil Kokas.

Tinggalkan Balasan