Jumat, 10 September 2021 Kegiatan Bupati Untung Tamsil, S.Sos, M.Si serta Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom, SE, MM berkunjung ke rumahIJO hidroponik dalam rangka panen dan tanam ..

Program Petani Milenial merupakan bagian dari delapan Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat, sebagai wujud konkret dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Di zaman modern seperti saat ini, dengan munculnya beragam inovasi segala kemudahan dapat di rasakan oleh masyarakat termasuk para petani.

Bagi sebagian orang mungkin sudah tidak asing dengan metode menanam tanpa menggunakan media tanah atau yang dikenal dengan hidroponik. Karena selain mudah dalam pengelolaannya, juga lebih sehat, praktis, dan bebas dari pestisidaHidroponik diambil dari dua kata, yaitu hydro yang artinya air serta ponous yang artinya kerja. Tanaman hidroponik merupakan salah satu hasil kecanggihan teknologi pertanian yang menggunakan oksigen, air, serta nutrisi. Saat ini, tanaman hidroponik semakin digemari oleh masyarakat, bahkan dijadikan peluang usaha yang menguntungkan.

Ada banyak kelebihan dari penanaman menggunakan cara hidroponik dibandingkan dengan cara konvensional. Dimana cara ini dapat mengefisiensi lahan yang terbatas, tidak memerlukan tanah dalam jumlah banyak, serta lebih mudah mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman.

Cara hidroponik dapat menghasilkan tanaman yang lebih berkualitas karena tidak mengandung pestisida dan sangat alami. Sehingga tanaman hidroponik mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman lainnya. Tentu saja hal tersebut merupakan potensi peluang usaha yang menguntungkan dan menjanjikan.bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk membudidayakan tanaman hidroponik, serta memanfaatkan beberapa barang bekas untuk penanamannya. Prospek dari tanaman ini sangat cerah dalam jangka panjang karena permintaan konsumen yang tak pernah berhenti.Hasil panen tanaman hidroponik bisa Anda jual di pasar tradisional, supermarket, usaha rumah makan, atau ke konsumen secara langsung.

“ seperti yang diungkapkan pak Bupati tadi, pekerjaan sebagai petani adalah pekerjaan Rahmatan lilalamin atau pekerjaan mulia, bukan pekerjaan tradisional. Sehingga mindset dari pemuda-pemuda ini kita rangsang untuk bekerja di sektor pertanian, apakah disektor hulunya, midelnya ataupun sektor hilirnya, dan ini selaras dengan visi misinya Kabupaten Fakfak yaitu #FakfakTersenyum yang Terdepan,Sejahtera,Nyaman,Unggul & Mandiri,” ujarnya. (HumasFakfak/ADP)